lanjutannya....
Malam minggu yang di suruhnya datang akhirnya datang juga.aku bersiap pergi,sebenarnya malas sich cuma aku menghargai dia aja.”mau bilang apa sama aku ? kan kemarin udah minta maaf,apa lagi . . . “ tanya ku gag semangat.”evi mau minta maaf ge”sambil mengeluar chocolate dan menyuruh ku tuk memegang chocolate itu”ini,sebagai permintaan maaf evi sama audo.mau kan maafkan evi ?”tanya sama aku lagi.”kan kemarin udah di maafin.udah,gag apa apa kok.udah audo maafkan “jawab ku.lalu kami berbicara melepas rindu,walaupun aku malas tapi di dalam hatiku masih ada rasa sayang sama dia.
Sudah hampir 2 bulan bersama pacar ku.semakin lama semakin banyak masalah yang menerpa hubungan kami.aku tahu suatu saat hubungan ini pasti akan berakhir juga.aq mau kami mengakhiri ini dengan cara baik baik tapi semua itu gag mungkin terwujud.semua karna pacar ku salah faham tentang aku pulang sama teman aku yang sedang sakit tangannya shingaa gag bisa bawa sepeda motornya sendiri jadi dia minta tolong sama ku.”do,kamu bawa sepeda motor aku ya ? tangan ku masih sakit kemarin jatuh pas mau pulang “ mintanya sama ku.aku bingung.lalu aku berkata “ aku mau tapi aku minta izin dulu ya sama pacar aku” jawab ku lalu aku langsung berlari ke kelas pacar ku.”dil,mana evi ?”tanya ku.”hmm gag tau tadi udah keluar duluan sama temannya “ jawabnya.ya sudah lah kalau begitu dalam fikirku.aku langsung balik ke tempat teman ku d parkir,lalu aq berkata “ tadi dia gag ada.ya udah,yuk kita pulang ?”ajak aku.”ya udah.ayo “ mengiyakan ajakan ku padanya.pas lewat gerbang sekolah,aku melihat pacar ku sama teman nya bicara dan tanpa sengaja dia melinat aku pulang sama cewek lain.di dalam hatiku”kacau ini.dia pasti marah sama aku,malahan kayaknya hubungan ku sama dia bisa putus”.lalu aku menatap muka ku pakai helm sehingga aku bisa menyembunyikan wajah ku sebagian dari dia.tapi dia tetep melihat ku sambil berbicara sama teman na.aku mulai gelisah sama tatapan matanya yang seolah olah ingin menusukku.aku hanya bisa berusaha supaya cepat keluar dari gerbang sekolah.setelah keluar dari sekolah,teman ku bertanya “ itu kan pacar kamu.kayaknya dia marah,gag apa apa ini ?”.”gag apa apa kok.paling dia marah,trus aku jelasin aja semuanya “ jawab ku enteng.”oh.ya udah tapi gag apa apa kan ?”tanya lagi memastikan.”gag apa apa kok.udah,gag usah di pikirin lagi “ jawab ku buat dia percaya pada ku.
Setelah kejadian itu aku sama pacar ku merasa ada yang memisah ku sama dia,seperti ada dinding yang menghalangi kami.aku tahu kalau dia marah sama aku karna masalah aku kemarin.karna aku merasa kalau aku yang salah,aku yang minta maaf sama dia,tapi kayaknya gag mudah.”vi,marah ya soal yang kemarin ? dia itu cuma teman aja,trus kemarin itu aku udah coba minta izin sama vi dulu,tapi evi gag ada di kelas.ya udah audo langsung antar aja dia pulang “ jelas aku padanya.”sebenarnya evi gag marah cuma karna teman vi bilang itu kan pacar evi,kok pulang sama yang cewek laei.kalau aku pasti marah lihat cowok aku pulang sama cewek lain.jadi kayaknya pantas kalau evi marah sama audo” jawabnya kesal.kayaknya ini mungkin akhir hubungan aku sama dia.emang dari awalnya kami gag saling suka jadinya hubungan ini gag bisa bertahan lama.”jadi vi maunya gimana ? kalau audo udah terserah evi aja.audo terima semua keputusan evi “ jawabku pasrah.”kayaknya kita emang gag bisa bersama lagi.dari semua masalah yang telah menerpa hubungan kita.jadi vi mau kita putus aja “ jawabnya.mendengar kita itu aku seakan kena sambar petir.tapi aku sadar emang dari awal aku ini gag pantas buat dia karna dia gag suka sama aku.
“ok.kalau itu yang terbaik buat kita,aku terima semua keputusan evi “ jawabku ikhlas.”makasih atas semua kenangan yang telah audo berikan ke evi “ katanya.sepertinya dia juga sedih tapi yang paling sedih itu adalah aku yang sudah terlanjur sayang sama dia.walaupun ku tahu dia tidak mencintaiku.setelah mendengar semua kata katanya aku pulang dengan perasaan sedih atas keputusannya dan berharap semua ini cepat berlalu karna ini adalah awal ku memulai suatu hubungan yang berrakhir tragis.walaupun begitu aku tetap menganggap evi sama dila adalah teman ku.aku gag pernah marah sama dila atau evi atas semua yang telah terjadi.malahan aku mau dila sama evi pacaran supaya semuanya jelas dan aku juga bahagia lihat evi sama dila bahagia.
ku lalui hari tanpa dirimya di sisi ku,tapi di dalam hati ku merasa lega semuanya udah jelas sekarang.awalnya sich aku bisa terima semua keputusan dia,tapi aku merasakan kalau ku enggak bisa pisah sama dia.lalu minggu depan aku coba tanya sama dia “ bisa enggak di pertimbang kan lagi soal kemarin ?” tanya ku.”demi Allah,evi udah enggak bisa buka kan hati vi buat audo.jadi sorry banget ya “ jawabnya tegas.” Oke lah” cuma itu yang bisa ku ucap dari mulut ku.setelah berbicara dengan evi tentang semuanya,aku udah siap melepasnya.aku pulang dengan hati yang lumayan senang dengan semua yang terjadi hari ini.aku sadar bahwa aku enggak bisa memaksa kan kehendak ku padanya,walau ku tahu dia pasti enggak mau sama aku.
Beberapa hari setelah peristiwa itu,aku melalui semuanya dengan hati yang lapang.sebelum semuanya terlambat,aku menyusun suatu rencana buat menyatukan evi sama dila.aku ingin semuanya jelas di hadapanku.”dil,ntar malamkan malam minggu,kau mau kan ikut sama aku bentar ?” ajakku pada dila.”hmm gimana ya.yaudah lah,kau jemput aja aku” mengiyakan ajakanku.malam pun tiba dimana aku menjalankan rencana buat mereka berdua hehehe.”ayo dil.kita pergi “ kataku.”tapi kemana ni ?“ tanyanya bingung.”udah ikut aja.enggak rugi kau kalau ikut “ jawabku.di perjalanan dia masih bertanya tanya samaku,aku hanya menjawab”udah,liat aja nanti kita kemana “ jawabku sambil tertawa kecil.setelah perjalanan yang lumayan lama,kira kira 10 menit.dila sepertinya tidak asing melihat rumah yang kami datangi,ini rumah maatan pacarku dan cewek yang disuka dila.”kita ngapain kesini ?” tanyanya tambah bingung.”ada yang mau ku kasih tahu sama kalian berdua.cuma ini yang bisa buat aku senang” jawab ku menjelaskan semua.setelah yang punya rumah keluar,aku langsung mengutarakan tujuan aku dan dila datang kesini .”aku udah tahu semuanya,aku ingin kalian berpacaran “ jelas ku pada keduanya.kelihatan dari muka merka berdua bingung dengan apa yang aku lakukan.” Hmm untuk apa sich do.ngapain pake kayak gini kali.”aku mau semuanya jelas.jangan ada yang di tutup tutupi.”udah kau bilang aja sama dia.pasti di terimanya.ayo cepat dil “ ajakku sedikit agak memaksa.tapi kelihatannya mereka berdua diam tanpa kata.aku juga diam melihat meraka berdua diam,tapi ini bukan yang ku harapkan.”kalau kalian enggak mau ngomong,aku pergi aja biar kalian bisa ngobrol bebas” kataku enggak sabar dengan semua ini.setelah aku berkata seperti itu aku pergi keluar rumah evi dan berjalan jalan melihat sekiling rumah dan kebetulan rumah teman ku ada di sekitar rumah evi.aku mampir aja kesana sampai urusan mereka selesai.setelah 15 menit ku tinggal mereka untuk leluasa berbicara dan sepertinya sudah ada hasilnya aku kembali ke rumah evi dengan suasana yang berbeda.evi dan dila Nampak tersenyum dan kelihatan bahagia.”udah ya.kalau gitu semuanya jelas kan” kata ku semangat.”hmm udah do.udah malam ni,pulang yuk ?” ajaknya padaku.”ya udah” jawab ku singkat.”kami pulang ya evi “ kata ku dan dila bersamaan.
Setelah kejadian itu aku lebih sering melihat mereka berdua jalan bersma.dalam hatiku ada rasa sakit yang enggak tahu kenapa tapi ada rasa senang melihat mereka bersama.aku sebenarnya enggak pantas buat sakit hati ketika meraka berjalan berdua tapi hati ini berkata lain padaku.seakan hati ini di iris iris dengan pisau tajam.setelah pulang sekolah,aku biasanya pulang dengan dila.tiba tiba “aku enggak bisa pulang sama mu do” jelas dila padaku.” kenapa ? ya udah lah kalau gitu.aku naik angkot aja “jawabku.aku sengaja pulang lama karna aku ingin tahu kenapa dila enggak bisa pulang sama aku.setelah 15 menit menunggu,aku tidak mendapat jawaban untuk apa yang ku tunggu.akhirnya aku menyerah dan pulang,tapi di perjalanan ku melihat dila dan evi pulang sama naik motor dila.aku melihatnya seakan hati ini hancur berkeping keping,tapi aku enggak boleh kayak gini.aku cuma tuk menahan rsaa sakit ini agar ku terbisa dengan semua ini.
Setelah 1 bulan kejadian malam itu berlalu,aku mulai terbisa dengan apa yang aku lihat.aku mulai bisa melupakan dia.aku sekarang lebih konsen sama pelajaran karena ini akhir semester dan juga penentuan jurusan buat kelas dua yaitu ipa atau ips.aku merasa setelah ke pergiannya,aku jadi belajar tentang cinta yang tak bisa di paksa kan oleh kehendak aja.harus ada hati yang tulus buat mencintai orang dan bukan di dasari oleh rasa enggak enak nolak seseorang atau pun kasihan lihat orang yang menyatakan cintanya.
Akhirnya ujian tiba,aku makin serius belajar buat ngambil jurusan ipa.aku uadah enggak merasa sakit hati lagi jika melihat dila dan evi berjalan berdua atau ngapain aja berdua.aku senang meliaht semuanya senang,ini adalah akhir yang aku harapkan.semua ujian ku lalui dengan lancar berharap hasilnya juga bagus.
Setelah satu minggu menyelesaikan ujian kenaikan kelas,hasilnya akan di bagikan minggu depan.selama satu minggu kami di kasih kebebasan berolah raga.ada yang memanfaatkan waktu ini untuk lebih dekat dengan cewek atau pacaran tapi bagiku itu sama aja membuat kesalahan yang sama.aku di ajak teman kelasku main bola voli.sangking seriusnya kami main,sampai kami mendapatkan juara 2.padahl sedikit lagi kami bisa menang jadi juara kalau bisa menang lawan kakak kelas kami hehehe.akhirnya waktu pembagian hasil ujian datang juga,aku masuk jurusan ipa dengan peringkat 5 dari 40 orang di kelasku.aku berharap suatu saat aku bisa mendapat seorang cewek yang suka sama aku dengan tulus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar